Minggu, 29 Juli 2012

PELATIHAN PENGKAJIAN PUISI FKIP UNISMUH MAKASSAR

Andi Sahtiani Jahrir, M.Pd

A. Latar Belakang 

Puisi adalah karya sastra yang paling padat karena ia mampu mengungkapkan maknanya dalam sejumlah kata minimalis. Kekuatan bahasa pada puisi mampu memberi efek yang besar bagi pembacanya. Puisi adalah misteri, usaha memahami puisi tidak dapat terikat pada salah satu pendekatan saja karena setiap puisi memiliki karakter tersendiri, baik karakter yang ditentukan oleh penyairnya, temannya, ataupun karakter yang diwarnai oleh kenyataan sejarah pada saat puisi itu diciptakan. Pengkajian puisi ini nantinya diharapkan mengisi kekosongan buku karena hingga saat ini belum ada buku yang memdai tentang bimbingan pemahaman puisi. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu memahami puisi secara keseluruhan dan kemudian memahami unsur-unsur yang membangunnya. Dalam komunikasi antara sastrawan dengan pembacanya tidak akan terlepas dari empat situasi sastra, yaitu : karya satra, sastrawan, semesta, dan pembaca. Untuk itu mahasiswa perlu dibekali suatu keahlian dalam mengkaji suatu karya sastra khususnya puisi. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa yang telah dilatih dengan baik dapat memiliki kemampuan memaknai sebuah puisi. Itulah sebabnya sehingga sangat tepat untuk dilaksanakan ”Pelatihan Pengkajian Puisi Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unismuh Makassar. 


B. Rumusan Masalah 
Berbagai masalah yang dijumpai dikalangan mahasiswa, salah satu masalah yang akan dipecahkan yaitu: Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP unismuh Makassar belum mampu mengkaji puisi dengan baik. 

C. Solusi yang ditawarkan 
Kegiatan PPM ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis kepada Mahasiswa Program studi bahasa Indonesia dan Daerah tentang teknik mengkaji puisi yang baik dengan berbagai jenis pendekatan. 
Adapun pendekatan yang dipakai untuk pelatihan pengkajian ini adalah sebagai berikut: 
  1. Pendekatan struktural Pendekatan struktural dikenal juga dengan istilah lain yaitu pendekatan intrinsik, objektif, analitik dan formal. Pendekatan analitis atau struktural dalam apresiasi puisi adalah pendekatan secara sistematis objektif berusaha untuk menelaah unsur-unsur intrinsik dalam puisi (Aminuddin, 1995: 164).
  2. Pendekatan semiotik Tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain pada batas-batas tertentu. Tanda inilah yang kemudian dikenal dengan semotik dan semiologi. Banyak disiplin yang menggunakan konsep ini diantaranya adalah; antropologi, arkeologi, arsitektur, filsafat, kesusastraan, dan linguistik. Hal ini berarti bahwa sebagai sistem teoritis yang mengkaji makna dapat ditampung berbagai perspektif makna yang berkembang dalam penelitian setiap disiplin. 
  3. Pendekatan Ekspresif Pendekatan ekspresif adalah pendekatan dalam kajian sastra yang menitik beratkan kajiannya pada ekspresi perasaan atau temperamen penulis (Abrams, 1981:189). Karya sastra tidak akan hadir bila tidak ada yang menciptakannya sehingga pencipta karya sastra sangat penting kedudukannya (Junus, 1985:2). 
  4. Pendekatan Stilistika Stilistika berasal dari Bahasa Inggris yaitu “Style” yang berarti gaya dan dari bahasa serapan “linguistic” yang berarti tata bahasa. Stilistika menurut kamus Bahasa Indonesia yaitu Ilmu Kebahasaan yang mempelajari gaya bahasa. Sedangkan menurut C. Bally, Jakobson, Leech, Widdowson, Levin, Ching, Chatman, C Dalan, dan lain-lain menentukan stilistika sebagai suatu deskripsi linguistik dari bahasa yang digunakan dalam teks sastra.  
D. Target Luaran Hasil
Pelaksanaan pelatihan pengkajian puisi ini diharapkan memberikan manfaat kepada:
a.Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unismuh mampu memahami konsep dasar dalam mengkaji puisi dengan baik;
b.Peserta pelatihan akan kreatif dan mudah dalam memahami puisi;
c.Peserta akan mampu memahami puisi secara keseluruhan dari unsur-unsur yang membangunnya dan memahami bahwa unsure-unsur itu hanya bermakna dalam kesatuannya dengan unsur-unsur lainnya dan dengan totalitasnya;
d.Peserta akan mengimbaskan kepada teman sejawatnya atau dapat menjadi nara sumber dan pembimbing dalam mengkaji puisi kepada mahasiswa yang lain.

E. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan
Pelaksanaan pelatihan yang berlangsung selama empat bulan di jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unismuh Makassar sebanyak 31 peserta maka diuraikan berikut hasil pelaksanaan kegiatan tersebut. Penyajian materi pelatihan telah selesai berdasarkan jadwal yang telah direncanakan. Pelaksanaan kegiatan ini dikategorikan cukup karena: 1) pesuluh datang sesuai dengan target; 2) pesuluh aktif dalam pelatihan tersebut, baik dalam bentuk ceramah, melakukan tanya jawab diskusi maupun menyelesaikan tugas praktik yang telah diberikan dengan baik. Kegiatan pelatihan ini mencerminkan bahwa mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia yang telah mengikuti pelatihan pengkajian puisi, dianggap memadai. Hal ini terbukti dari hasil kegiatan praktik mengkaji puisi yang diberikan rata-rata memiliki motivasi yang tinggi dan dapat menyusun mengkaji puisi dengan cukup memadai. 

F. Pembahasan Pada tahap awal pengenalan materi penelitian kepada mahasiswa (mitra) terkesan bahwa mereka sangat antusias dan termotivasi untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai Puisi, khususnya pengkajian puisi . Hal ini memberikan indikasi bahwa mereka dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Awal pembahasan materi pelatihan dimulai dengan membahas pengertian puisi dan pengkajian, dan jenis-jenis pendekatan. Adapun pertemuan selanjutnya yaitu membahas tentang masalah pendekatan yang digunakan dalam mengkaji puisi yang tentunya dihubungkan dengan minat dan latar belakang mahasiswa yaitu pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia. Setelah mahasiswa memahami jenis-jenis pendekatan dan macam-macam puisi, maka selanjutnya peserta dilatih untuk mengkaji puisi secara bertahap. Selama interaksi pelajaran, mahasiswa berdiskusi membahas tugas yang diberikan kepada mereka. Tugas lain yang mereka peroleh adalah meringkas materi yang diajarkan dari buku-buku pengkajian puisi. Pada pertemuan tersebut terlihat peserta seringkali menanyakan model-model pendekatan, serta tata cara mengkaji puisi bagi mereka sangat penting untuk diketahui. Minggu keempat sampai minggu ke-12 atau pertemuan terakhir dimana materi dipusatkan pada cara mengkaji puisi sesuai dengan pendekatan yang ada. Namun tak dapat dipungkiri bahwa dalam setiap proes belajar terdapat masalah yang berdampak kepada hasil pelatihan. Terbatasnya ruang kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unismuh Makassar kerapkali menyebabkan kelas berpindah-pindah. Pelatihan ini bagi mereka sangat bermanfaat karena mereka memeroleh pengetahuan tambahan mengenai pengkajian puisi. Oleh karena itu pelatihan semacam ini dapat lebih digalakkan lagi pada masa-masa yang akan datang. 

G. Materi Kegiatan Pelaksanaan
Materi pelatihan pada mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia berlangsung dalam beberapa bentuk. Pemberian ceramah dilaksanakan pada awal pertemuan namun dalam sesi akhir mitra diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas seputar pengkajian puisi. Pertemuan selanjutnya dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan tatap muka serta pemberian tugas kelompok kelas untuk membahas materi yang sedang diajarkan. Untuk lebih memudahkan peserta memahami materi pelatihan maka mereka mendapatkan modul yang sengaja diberikan kepada peserta pelatihan. 
H. Kesimpulan Pelaksanaan 
Kegiatan pengabdian masyarakat, disimpulkan sebagai berikut: 
1.Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dikategorikan cukup 
2.Pesuluh aktif mengikuti kegiatan penyuluhan dengan baik. 
3.Kemampuan mahasiswa dalam mengkaji puisi dianggap cukup 
4.Pesuluh mulai menyadari kurangnya pengetahuan mengenai mahasiswa terhadap pengkajian puisi. 5.Kegiatan PPM ini dapat membangkitkan motivasi penyuluh dalam rangka mengajarkan pengkajian puisi kepada mahasiswa. 

I. Saran 
Disarankan kepada pesuluh agar pengetahuan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mengkaji puisi dan disebarluaskan kepada mahasiswa yang lain yang belum banyak mengetahui cara mengkaji puisi.  


DAFTAR PUSTAKA
Abubakar, Benyamin. “Kajian Puisi” Pegangan Pak Ben.
Alisjahbana, S.Takdir. 2006. Puisi Baru. Jakarta. Dian Rakyat.
Aminuddin. 1995. Stilistika, Pengantar Memahami Bahasa dalam Karya Sastra. Semarang: IKIP Semarang Press.
Aminudin. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. . Sinar Baru AlGensindo. Endraswara,
Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra, Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta. MedPress.
Siswanto, Wahyudi. 2008. Pengantar Teori Sastra. Jakarta. Grasindo
Waluyo, Herman. J. 1987. Teori dan Apresiasi puisi. Jakarta: Erlangga.
Wellek, Rene, dan Warren, Austin. 1990. Teori Kesusasteraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.